Corporate
Secretary
PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero)
corpsecretary@pp3.co.id
PENUMPUKAN KONTAINER DI TPKS TIDAK TIMBULKAN STAGNAN
Tanggal Kirim:16 September 09
SEMARANG: Kebijakan pemerintah melarang operasional kendaraan bermuatan berat di jalan umum pada H-7 sampai H+7 Lebaran berpotensi memicu penumpukan kontainer di Terminal Peti Kemas (TPK) Semarang, meski tidak menimbulkan stagnasi.
Manajer Operasi TPK Semarang Mursidi mengatakan larangan operasional truk kontainer di jalan umum pada masa Lebaran akan menyebabkan penundaan pengambilan barang impor yang masuk di terminal peti kemas itu.
“Namun, kami optimistis tidak akan terjadi kongesti di TPK Semarang, meski potensi penumpukan kontainer sangat mungkin. Hal itu karena kapasitas container yard [lapangan peti kemas] masih sangat luas,” ujarnya kepada Bisnis kemarin.
Dia menjelaskan kongesti tidak terjadi karena tingkat isian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR) di TPKS selama ini rata-rata hanya 57%, bahkan dalam beberapa bulan terakhir ini terjadi penurunan aktivitas sebagai dampak krisis global.
Selain itu, papar Mursidi, penurunan aktivitas ekspor impor juga terjadi selama Ramadan yang ditandai dengan minimnya kunjungan kapal dari rata-rata 50 kapal per bulan, kini baru 22 kapal dan diperkirakan hanya 37 kapal hingga akhir bulan ini.
Dia mengungkapkan arus bongkar muat kontainer ekspor dan impor selama Ramadan juga menurun dari rata-rata 30.000 TEUs per bulan, saat ini baru 15.202 TEUs dan diperkirakan menjadi 25.000 TEUs pada akhir September.
PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III optimistis tidak akan terjadi stagnasi arus keluar masuk peti kemas di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menyusul tingkat isian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (yor) masih 70%-80%.
Sementara itu, General Manager PT Pelabuhan Indonesia III cabang Tanjung Perak Achmad Baroto mengatakan Pelabuhan Tanjung Perak juga relatif aman dari ancaman stagnasi karena volume bongkar muat peti kemas ekspor ataupun impor tidak terlalu banyak sebagai imbas dari krisis global.
“Sampai saat ini kami masih yakin tidak akan terjadi stagnasi di sini [Pelabuhan Tanjung Perak] karena situasi peti kemas yang ada juga masih sepi akibat gejolak ekonomi global,” katanya.(ndul)